Gorontalo, 9 April 2026 — Sertu Laode Usman selaku Babinsa Koramil 1315-02 Limboto turun langsung meninjau lokasi rencana jembatan gantung di Kelurahan Polohungo, Kecamatan Limboto. Kondisi lapangan menunjukkan akses warga masih bergantung pada penyeberangan sungai yang berisiko. Sementara itu, kebutuhan sarana penghubung semakin mendesak dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, peninjauan difokuskan pada percepatan solusi bagi akses masyarakat.
Lokasi tersebut menjadi jalur utama penghubung Lingkungan 3 dan Lingkungan 4. Namun demikian, warga harus melewati sungai tanpa jembatan yang memadai. Di sisi lain, aktivitas ekonomi tetap berjalan meski penuh risiko. Dengan demikian, kebutuhan jembatan menjadi sangat penting.
Jumlah penduduk Lingkungan 4 mencapai 1.710 jiwa dengan 567 kepala keluarga. Sementara itu, seluruh warga bergantung pada akses tersebut. Selain itu, anak sekolah harus melewati sungai setiap hari. Oleh karena itu, keselamatan menjadi prioritas utama.
Kedalaman sungai saat normal sekitar 1 meter dan dapat mencapai 2 meter saat hujan. Selain itu, lebar sungai sekitar 70 meter. Di sisi lain, arus menjadi deras saat air meluap. Dengan demikian, kondisi ini berbahaya bagi warga.
Peninjauan Babinsa bertujuan mengumpulkan data lapangan secara langsung. Selain itu, kegiatan ini menjadi dasar usulan pembangunan. Di sisi lain, aspirasi masyarakat turut menjadi perhatian. Oleh karena itu, peran Babinsa sangat penting.
Masyarakat berharap pembangunan jembatan segera terlaksana. Selain itu, program pemerintah pusat dinilai mampu menjawab kebutuhan. Di sisi lain, akses akan meningkatkan aktivitas ekonomi. Dengan demikian, jembatan sangat dinantikan warga.
Secara keseluruhan, pembangunan jembatan menjadi solusi akses wilayah. Selain itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan. Di sisi lain, kerja sama menjadi kunci keberhasilan. Oleh karena itu, harapan besar tertuju pada realisasi program.











LEAVE A REPLY