Brigjen TNI Hardo Sihotang Pimpin Penutupan TMMD Ke-126 Disaksikan Forkopimda Polri dan Masyarakat Setempat

By Sinthya Airin 06 Nov 2025, 11:50:34 WIB Berita Terkini
Brigjen TNI Hardo Sihotang Pimpin Penutupan TMMD Ke-126 Disaksikan Forkopimda Polri dan Masyarakat Setempat

Telaga Biru, 6 November 2025 — Penutupan kegiatan besar yang menggambarkan kekuatan sinergi antara TNI dan rakyat. Di bawah langit biru yang cerah, deretan pasukan tegap berdiri rapi, sementara bendera Merah Putih berkibar gagah di tengah lapangan. Upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa ke-126 wilayah Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo, Korem 133/Nani Wartabone, Kodam XIII/Merdeka resmi digelar dan dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Hardo Sihotang.

Suasana upacara berlangsung khidmat namun penuh semangat. Deru langkah pasukan berpadu dengan suara lantang komandan upacara, menciptakan irama khas militer yang memancarkan disiplin dan kebanggaan. Di barisan tamu kehormatan, tampak jajaran Forkopimda, pejabat Korem 133/Nani Wartabone, para kepala daerah, hingga masyarakat Desa Tuladenggi yang turut hadir menyaksikan momentum bersejarah tersebut.

Dalam amanat yang dibacakan Brigjen TNI Hardo Sihotang mewakili Kepala Staf Angkatan Darat, ditekankan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, melainkan wujud nyata pengabdian TNI bagi rakyat. Sejak dimulai pada 8 Oktober hingga 6 November 2025, para prajurit bersama masyarakat bergotong royong membuka akses jalan, memperbaiki jembatan, merehabilitasi rumah warga, hingga menyalurkan bantuan sosial.

Program TMMD Ke-126 di Kabupaten Gorontalo menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur pemerintah daerah, Polri, mitra TNI Angkatan Darat, dan partisipasi masyarakat,” ujar Brigjen Hardo dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan peserta upacara.

Tak hanya membangun infrastruktur, TMMD juga menghidupkan semangat gotong royong warga. Di Desa Tuladenggi, misalnya, TNI bersama masyarakat membangun jalan penghubung yang kini menjadi urat nadi pergerakan ekonomi desa. Jalan yang dulunya sulit dilalui kini terbentang mulus, memudahkan warga mengangkut hasil pertanian ke pasar.

Selain itu, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan pertanian, sosialisasi ketahanan pangan, hingga pembekalan keterampilan juga digelar untuk memperkuat kapasitas masyarakat. Dengan begitu, TMMD bukan hanya meninggalkan jejak bangunan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kemandirian sosial di tengah masyarakat pedesaan.

Setiap prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat. Mereka tak hanya membangun, tetapi juga hidup bersama warga, makan bersama, bekerja di sawah, bahkan turut membantu kegiatan sosial dan keagamaan. Kehadiran mereka menumbuhkan kembali rasa persaudaraan dan semangat kebersamaan yang menjadi jati diri bangsa.

“Bersama TNI, kami merasa diperhatikan. Jalan desa kini bisa dilalui kendaraan, dan anak-anak bisa berangkat sekolah tanpa harus berjalan jauh,” ungkap seorang warga Tuladenggi dengan mata berbinar. Ungkapan sederhana itu menggambarkan arti besar TMMD bagi kehidupan masyarakat pedesaan.

Upacara penutupan TMMD Ke-126 juga menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi, para Dandim dari wilayah sekitar, serta pejabat TNI dan Polri lainnya. Mereka menyaksikan penandatanganan prasasti hasil pembangunan TMMD yang menjadi simbol kerja sama lintas sektor dalam membangun Gorontalo.

Dalam sambutan tertulis Kepala Staf Angkatan Darat yang dibacakan Brigjen Hardo, disebutkan bahwa pembangunan yang dilakukan dalam TMMD mencakup sekitar 50 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sinergi besar ini diharapkan dapat mempercepat konektivitas antarwilayah dan memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat.

TMMD ke-126 bukan hanya menjadi catatan keberhasilan pembangunan, tetapi juga bukti nyata bahwa kekuatan bangsa lahir dari kebersamaan antara TNI dan rakyat. Melalui program ini, berbagai fasilitas umum dan sosial berhasil diwujudkan, seperti pembangunan jalan dan jembatan, sumur bor, sanitasi MCK, hingga rehabilitasi rumah ibadah dan rumah warga.

Selain itu, TNI juga menghadirkan program unggulan seperti TNI Manunggal Air, percepatan penurunan stunting, serta gerakan ketahanan pangan. Semua itu menjadi bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat dan memperkuat ketahanan nasional dari tingkat desa.

Menjelang akhir upacara, doa dipanjatkan bersama dipimpin oleh Serka Laode Kalawara, Babinsa Koramil 05/Boliyohuto. Dalam suasana haru dan khidmat, seluruh peserta menundukkan kepala, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar setiap hasil pembangunan yang telah diwujudkan memberi manfaat panjang bagi rakyat.

Brigjen TNI Hardo Sihotang menutup sambutannya dengan penuh semangat. “Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, TNI Manunggal Membangun Desa Ke-126 Tahun Anggaran 2025 secara resmi saya nyatakan ditutup. Semoga Tuhan senantiasa meridai dan melindungi pengabdian kita bagi bangsa dan negara.”

Saat pasukan bubar dan warga meninggalkan lapangan, udara pagi Telaga Biru masih terasa hangat oleh semangat yang tertinggal. TMMD Ke-126 bukan hanya sejarah pembangunan, tetapi cerita tentang persatuan TNI dan rakyat yang menumbuhkan harapan dan energi baru bagi kemajuan desa-desa di seluruh pelosok negeri.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment