Bukan Sekadar Latihan, Tapi Pembentukan Karakter, Cerita Dua Babinsa di Tengah Semangat Pagi SMPN 4 Satap Telaga Biru

By Sinthya Airin 30 Okt 2025, 11:02:43 WIB Berita Terkini
Bukan Sekadar Latihan, Tapi Pembentukan Karakter, Cerita Dua Babinsa di Tengah Semangat Pagi SMPN 4 Satap Telaga Biru

Telaga Biru, 28 Oktober 2025 — Derap langkah para siswa bergema seirama, sementara dua sosok berseragam loreng berdiri tegap di depan barisan. Mereka adalah Serda Gufron dan Sertu Ramli, Babinsa yang menjadi pelatih baris-berbaris pagi bagi para siswa sekolah tersebut.

Kegiatan itu bukan sekadar rutinitas latihan barisan, tetapi bentuk nyata pembinaan karakter yang dilakukan oleh TNI di lingkungan sekolah. Tujuan utama Serda Gufron dan Sertu Ramli sederhana namun bermakna: menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, serta rasa kebersamaan di kalangan pelajar sejak usia dini.

Peristiwa ini berawal dari keinginan sekolah untuk menanamkan kedisiplinan melalui kegiatan luar kelas. Kepala SMPN 4 Satap Telaga Biru mengajukan kerja sama dengan pihak Koramil setempat agar para siswa bisa belajar langsung dari prajurit yang sudah terlatih dalam hal kedisiplinan dan kepemimpinan. Gayung pun bersambut, dan Babinsa segera merespons dengan antusias.

Pagi itu, halaman sekolah menjadi medan latihan kecil yang penuh semangat. Di bawah arahan dua Babinsa, para siswa berbaris rapi, memperhatikan aba-aba dengan serius. “Siap! Gerak!” teriak Sertu Ramli, diikuti langkah serentak puluhan siswa. Senyum bangga tersungging di wajah para guru yang menyaksikan, melihat bagaimana anak-anak didik mereka mulai memahami arti disiplin dan kekompakan.

Setiap aba-aba bukan hanya tentang gerakan fisik, melainkan juga latihan batin. Serda Gufron menjelaskan kepada para siswa bahwa baris-berbaris mengajarkan ketepatan, kecepatan berpikir, dan kepatuhan terhadap komando. Nilai-nilai ini, katanya, akan berguna bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala sekolah mengaku bangga atas kegiatan ini. Ia menyebutkan, kehadiran Babinsa membawa nuansa baru dalam pendidikan karakter di sekolah. “Anak-anak terlihat lebih semangat dan termotivasi. Mereka belajar langsung dari sosok teladan yang nyata,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Kegiatan ini juga mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Melalui TMMD dan kegiatan Babinsa, TNI tidak hanya hadir di medan tugas, tetapi juga dalam membangun generasi muda yang tangguh dan berkarakter. Inilah wujud kemanunggalan yang terus dijaga: TNI bersama rakyat dalam setiap bidang kehidupan.

Hasilnya mulai tampak. Siswa-siswi SMPN 4 Satap kini lebih tertib saat apel pagi dan lebih disiplin dalam menjalankan kegiatan sekolah. Guru-guru bahkan mengakui perubahan sikap para siswa lebih tanggap terhadap perintah, lebih kompak saat bekerja kelompok, dan lebih sopan dalam bersikap.

Serda Gufron berharap kegiatan semacam ini bisa rutin dilaksanakan. “Kami ingin anak-anak di desa ini tumbuh menjadi generasi yang disiplin, cinta tanah air, dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya. Ia menambahkan, pendidikan karakter harus dimulai dari hal-hal kecil, salah satunya melalui baris-berbaris.

Bagi para siswa, pengalaman dilatih langsung oleh TNI menjadi sesuatu yang membekas. Mereka belajar bahwa disiplin bukan berarti keras, tetapi cara menghargai waktu, tanggung jawab, dan orang lain. Di balik teriakan komando, tersimpan kasih dan kepedulian untuk membentuk karakter yang kuat.

Kegiatan sederhana itu mungkin tampak biasa, namun dampaknya luar biasa. Dari halaman sekolah yang basah oleh embun pagi, lahirlah generasi yang mulai memahami arti perjuangan dan ketertiban. Kedisiplinan yang ditanam hari ini akan menjadi pondasi kokoh bagi masa depan mereka.

Senyum puas terukir di wajah Serda Gufron dan Sertu Ramli. Bagi mereka, tugas hari itu bukan sekadar mengajar baris-berbaris, tapi menanamkan nilai hidup. Di Desa Telaga Biru, pagi itu menjadi bukti bahwa TNI bukan hanya menjaga kedaulatan, tapi juga membentuk karakter bangsa sejak di bangku sekolah.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment