Cahaya Al Quran Menyinari Talaga Jaya Dalam Khatam Raya Santri Dan Majelis Taklim Wujud Cinta Umat Terhadap Kitab Suci

By Sinthya Airin 15 Nov 2025, 11:01:05 WIB Berita Terkini
Cahaya Al Quran Menyinari Talaga Jaya Dalam Khatam Raya Santri Dan Majelis Taklim Wujud Cinta Umat Terhadap Kitab Suci

Telaga Jaya, 15 November 2025 — Lantunan ayat suci menggema indah di antara langit biru pagi Desa Luwoo. Dari kejauhan, terlihat ratusan santri memegang mushaf Al-Qur’an, menatap haru ke depan panggung utama. Hari itu, semangat mereka berpadu dalam kegiatan Khatam Raya Santri TPA/TPQ dan Majelis Taklim Tingkat Kecamatan Talaga Jaya, sebuah peristiwa keagamaan yang sarat makna bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo.

 

Tepat pukul 09.00 Wita, lantunan ayat suci Al-Qur’an bergema dari mimbar utama, membuka seluruh rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Dengan Al-Qur’an Kita Ciptakan Generasi Qurani yang Berakhlakul Karimah.” Di antara para hadirin tampak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo H. Iswad Abdullah Pakaja, S.Ag., M.Si., Camat Talaga Jaya Mohamad Rizal Botutihe, S.STP., Kapolsek Telaga Iptu Fredy Yasin, S.H., Kepala KUA Rikazun S. Nur, S.H.I., serta perwakilan Danramil Telaga Serda Amar. Mereka duduk berdampingan, menyimak dengan khidmat tiap lantunan ayat yang dibacakan para santri.

Para orang tua tampak menitikkan air mata haru ketika nama anak-anak mereka disebut sebagai peserta khatam. Sebanyak 72 santri dan 29 anggota majelis taklim turut diwisuda pada momentum bersejarah tersebut. Tak hanya anak-anak, para ibu-ibu majelis taklim juga tampak bangga karena turut menyelesaikan bacaan Al-Qur’an hingga tuntas. Suasana religius itu seakan menghadirkan cahaya baru di tengah masyarakat Talaga Jaya.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang dilanjutkan pembacaan Kalam Ilahi, doa bersama, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan penuh semangat. Laporan panitia menjadi momentum apresiasi bagi seluruh pihak yang telah berperan dalam pelaksanaan kegiatan, diikuti pembacaan ikrar santri yang menggema dengan suara tegas dan penuh janji untuk mencintai serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Prosesi wisuda berlangsung dengan penuh khidmat. Satu per satu santri dipanggil ke atas panggung, menerima piagam penghargaan disertai senyum bangga dari para orang tua dan guru pembimbing. Setiap langkah mereka diiringi takbir dan tepuk tangan hangat, menambah suasana syahdu sekaligus membahagiakan.

Dalam sambutannya, Camat Talaga Jaya Mohamad Rizal Botutihe, S.STP. mengajak seluruh masyarakat untuk terus mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Gorontalo karena ada agenda lain yang tak kalah penting, namun beliau memberikan dukungan penuh atas kegiatan ini.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ustaz dan Ustazah yang telah sabar membimbing anak-anak hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Begitu juga kepada para orang tua santri yang telah mempercayakan pendidikan agama kepada guru ngaji. Semoga kecintaan kepada Al-Qur’an tidak berhenti sampai di sini, melainkan terus berlanjut sepanjang hidup,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. Ia berharap agar kegiatan seperti ini menjadi agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak santri dan majelis taklim di masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo H. Iswad Abdullah Pakaja, S.Ag., M.Si. dalam arahannya menyampaikan rasa bangga atas terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya, semangat para santri dan majelis taklim menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan di Kecamatan Talaga Jaya terus hidup dan berkembang.

“Alhamdulillah, kita semua bersyukur dapat menyaksikan generasi muda yang pandai membaca Al-Qur’an. Ini bukti bahwa pembinaan keagamaan di tingkat desa dan kecamatan berjalan baik. Terima kasih kepada Kepala KUA, Camat, para ustaz, dan seluruh pihak yang bekerja sama demi keberhasilan kegiatan ini,” ujarnya dengan penuh haru.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan Al-Qur’an anak-anaknya belum selesai. “Belajar Al-Qur’an tidak berhenti setelah khatam. Justru di sinilah awal dari perjalanan panjang untuk memahami, mengamalkan, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” lanjutnya.

Beliau juga memberikan apresiasi khusus kepada Majelis Taklim yang terus menunjukkan semangat belajar meski usia tidak lagi muda. “Inilah teladan bagi kita semua, bahwa belajar tidak mengenal batas waktu,” tambahnya.

Menjelang pukul 11.00 Wita, kegiatan berakhir dengan doa bersama. Para santri menutup mushaf dengan tangan gemetar, sementara orang tua memeluk mereka dengan bangga. Lantunan shalawat terdengar lembut, menandai berakhirnya kegiatan yang penuh makna ini.

Kepala KUA Talaga Jaya, para tokoh agama, serta unsur Forkopimcam yang hadir sepakat bahwa kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan ditingkatkan. Khatam Raya bukan sekadar prosesi wisuda, melainkan simbol kebangkitan moral dan spiritual masyarakat yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an.

Hari itu, halaman Kantor KUA Talaga Jaya menjadi saksi lahirnya generasi Qurani. Cahaya iman dan ilmu berpadu, menyinari hati-hati muda yang berjanji akan terus membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan mereka.

Kegiatan Khatam Raya Santri TPA/TPQ dan Majelis Taklim Tingkat Kecamatan Talaga Jaya bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal menuju kehidupan yang lebih berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur’an. Dari halaman sederhana di Desa Luwoo, gema bacaan suci itu akan terus menggema, menumbuhkan semangat baru bagi masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya penerang dalam setiap langkah kehidupan.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment