Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Desa Prima Babinsa dan Pemerintah Desa Berkoordinasi Atasi Genangan Air

By Sinthya Airin 13 Nov 2025, 20:10:45 WIB Berita Terkini
Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Desa Prima Babinsa dan Pemerintah Desa Berkoordinasi Atasi Genangan Air

Asparaga, 13 November 2025 — Hujan deras yang mengguyur sejak siang membuat aliran sungai di Desa Prima tak mampu menampung debit air. Sekitar pukul 14.30 Wita, air meluap ke jalan utama dan lahan warga, menciptakan genangan setinggi sekitar 30 sentimeter.

Di tengah situasi tersebut, langkah cepat datang dari aparat TNI. Serka Laode Kalawara, Babinsa Koramil 1315-05/Boliyohuto, segera turun ke lokasi. Tanpa menunggu lama, ia berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk meninjau langsung titik-titik genangan dan memastikan kondisi warga aman. Kepedulian Babinsa itu menjadi sinyal kuat bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas pertahanan, tetapi juga dalam penanggulangan bencana.

Sambil memantau arus air yang mulai naik, Babinsa turut mengimbau warga agar tetap tenang dan waspada. Ia meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas di dekat aliran sungai yang meluap serta mengamankan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi. Imbauan itu disampaikan dengan tegas namun menenangkan, menggambarkan kepedulian prajurit TNI terhadap keselamatan rakyat di wilayah binaannya.

Hujan terus mengguyur hingga sore hari. Di beberapa titik, air sempat mencapai badan jalan dengan panjang genangan sekitar 30 meter. Kendaraan yang melintas terpaksa memperlambat laju, sementara sebagian warga memilih menunggu di rumah hingga air surut. Meski begitu, semangat gotong royong tetap terlihat. Babinsa bersama aparat desa dan warga bahu-membahu membersihkan saluran air agar genangan cepat mengalir ke sungai utama.

Upaya yang dilakukan itu membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.00 Wita, air mulai surut perlahan. Genangan di badan jalan menghilang, meninggalkan jejak lumpur dan rumput yang terbawa arus. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan kerugian materiil hanya sebatas pada genangan air di jalan desa dan lahan pertanian warga. Namun, kejadian ini menjadi pengingat penting akan kerentanan wilayah tersebut terhadap curah hujan tinggi.

Bagi warga Desa Prima, banjir bukan hal baru. Luapan sungai kerap terjadi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, terutama saat aliran dari hulu belum sepenuhnya tertampung oleh badan sungai. Pemerintah desa bersama Babinsa dan aparat terkait kini tengah merencanakan langkah pencegahan jangka panjang, termasuk normalisasi saluran dan pengerukan endapan sungai.

Serka Laode Kalawara menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi kebiasaan bersama. “Kami terus mengingatkan masyarakat agar selalu waspada di musim hujan. Pemerintah desa dan aparat TNI siap membantu kapan pun dibutuhkan,” ujarnya. Pernyataan itu mencerminkan tekad kuat aparat kewilayahan dalam melindungi masyarakat dari potensi bencana.

Menjelang malam, suasana Desa Prima mulai kembali tenang. Anak-anak kembali bermain di halaman rumah, dan warga saling bercengkerama sambil membersihkan sisa lumpur di depan rumah mereka. Walau hanya berlangsung beberapa jam, banjir kali ini menjadi ujian nyata tentang pentingnya kerja sama antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

Ketika genangan air perlahan hilang, yang tertinggal bukan hanya bekas lumpur di jalan, tetapi juga cerita tentang gotong royong yang hidup kembali. Dari prajurit hingga warga biasa, semua bergerak dengan satu niat: menjaga kampung halaman tetap aman. Dari peristiwa inilah Desa Prima belajar, bahwa kekuatan terbesar bukan berasal dari peralatan, melainkan dari hati yang peduli.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment