Dari Desa Kecil di Gorontalo Semangat Besar TMMD ke 126 Berkobar Menyatukan TNI dan Rakyat dalam Cinta Tanah Air yang Nyata

By Sinthya Airin 29 Okt 2025, 12:30:54 WIB Berita Terkini
Dari Desa Kecil di Gorontalo Semangat Besar TMMD ke 126 Berkobar Menyatukan TNI dan Rakyat dalam Cinta Tanah Air yang Nyata

Telaga Biru, 29 Oktober 2025 — Deretan kendaraan TNI berbaris rapi di jalan tanah Desa Tonala. Dari mobil paling depan, Brigjen TNI Judi Paragina Firdaus, M.Sc., turun dengan langkah mantap. Tanah yang lembap usai hujan malam tak menghalangi senyum ramahnya. Di ujung barisan, Dansatgas TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo, Letkol Arh Roma Laksana Yudha, S.A.P., M.Sos., menyambut dengan sikap hormat dan semangat yang terpancar di matanya.

Bagi sebagian orang, kunjungan seperti ini mungkin tampak rutin. Namun bagi prajurit di lapangan, kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi adalah bentuk penghargaan atas kerja keras mereka. Brigjen Judi datang bukan untuk menilai, melainkan memastikan bahwa setiap tetes keringat prajurit benar-benar bermakna bagi rakyat.

“TMMD bukan sekadar proyek fisik, tapi membangun harapan,” ujar Brigjen Judi dengan nada lembut namun tegas. Ia percaya, pembangunan yang sejati harus menyentuh hati rakyatnya. Dalam sorot matanya, terlihat keyakinan bahwa kebersamaan antara TNI dan masyarakat adalah fondasi kokoh bagi kemajuan bangsa.

Kegiatan ini terjadi karena TNI tak pernah lepas dari rakyat. Program TMMD lahir dari semangat pengabdian untuk hadir di pelosok, di tempat di mana pembangunan sering kali berjalan lambat. Letkol Roma menyebut kunjungan Tim Wasev sebagai “napas baru bagi prajurit”, momentum untuk memperkuat motivasi dan menegaskan arah perjuangan.

Penyambutan berlangsung hangat, tanpa kemegahan berlebihan. Warga berbaur dengan prajurit, saling menyapa dalam suasana akrab. Setelah apel singkat, rombongan meninjau lokasi pembangunan bak air, jalan rabat beton, dan rumah layak huni hasil gotong royong antara TNI dan masyarakat. Di sepanjang jalan, suara tawa dan canda berpadu dengan bunyi palu dan semen, menggambarkan semangat yang tak mudah padam.

Dari proyek-proyek itulah tampak hasil nyata. Bak air di lereng bukit kini menjadi sumber kehidupan baru bagi warga yang dulu kesulitan air bersih. Jalan rabat beton memudahkan akses pertanian, dan rumah yang direnovasi memberi tempat layak bagi keluarga yang dulu tinggal di dinding rapuh. “Ini bukan hanya bangunan, tapi simbol perhatian negara,” ujar Brigjen Judi sambil menatap hasil kerja itu.

Di setiap langkah peninjauan, terlihat jelas sinergi yang tumbuh. Tidak ada jarak antara prajurit dan rakyat; mereka menyatu dalam peluh dan tawa. TMMD telah menjadi ruang di mana seragam hijau bertemu lumpur desa, tempat semangat nasionalisme menemukan bentuknya yang paling murni: gotong royong.

Letkol Roma menjelaskan bahwa pembangunan dalam TMMD harus berjiwa. “Kalau bangunan ini hanya berdiri tanpa makna bagi warga, maka kerja kami sia-sia,” katanya. Kalimat itu menggambarkan filosofi TMMD: membangun bukan hanya untuk dilihat, tetapi untuk dirasakan.

Baik Brigjen Judi maupun Letkol Roma punya harapan yang sama. Mereka ingin TMMD menjadi warisan semangat gotong royong yang tak berhenti ketika program berakhir. “Kami ingin meninggalkan semangat, bukan sekadar beton dan semen,” ujar Brigjen Judi dengan senyum penuh arti.

Hari itu, kegiatan di Telaga Biru menjadi cermin utuh kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Dari jenderal hingga petani, semua bergerak dalam satu langkah. TMMD membuktikan bahwa membangun desa berarti menguatkan negara. Karena di sanalah akar kekuatan bangsa tumbuh di tangan rakyat kecil yang tak pernah lelah bermimpi.

Di balik langkah-langkah itu, tertinggal jejak ketulusan. Dansatgas Letkol Roma berdiri sejenak, menatap bak air yang kini menampung kehidupan. Di wajahnya tergambar lega dan bangga bukan karena proyek selesai, tetapi karena kerja bersama itu telah memberi harapan baru bagi warga Tonala.

TMMD ke-126 di Telaga Biru bukan akhir dari sebuah program, melainkan babak baru perjalanan pengabdian. Dari desa kecil di Gorontalo ini, semangat cinta tanah air mengalir kembali jernih seperti air di bak penampungan yang dibangun bersama. Karena pada akhirnya, TNI kuat karena rakyatnya, dan rakyat berdaya karena TNI selalu hadir untuk mereka.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment