Dari Lumpur Menuju Cahaya Harapan Jalan TMMD Tonala Mengubah Wajah Desa

By Sinthya Airin 06 Nov 2025, 09:54:38 WIB Berita Terkini
Dari Lumpur Menuju Cahaya Harapan Jalan TMMD Tonala Mengubah Wajah Desa

Telaga Biru, 5 November 2025 — Di tengah riuh sederhana itu, prajurit TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo menuntaskan tugas mereka. Di bawah rembulan yang menggantung tenang, adukan semen terakhir dituangkan ke dalam cetakan, menggenapi perjalanan panjang pembangunan jalan rabat beton yang selama ini dinantikan warga. Bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud nyata dari semangat pengabdian dan gotong royong yang menyatukan TNI dan rakyat dalam satu cita: membuka keterisolasian desa dari lumpur dan keterbatasan.

Bagi warga Tonala, jalan ini bukan hanya deretan coran dan batu kerikil. Di balik tiap ayunan sekop dan guyuran peluh prajurit, tersimpan cita besar: membuka keterisolasian desa dari dunia luar. Kini, jalan baru itu menjadi simbol hadirnya negara di pelosok, menghubungkan kehidupan antar dusun, mempercepat laju ekonomi, dan menyingkat langkah anak-anak menuju sekolah.

Perjuangan panjang itu tidak selalu mudah. Cuaca ekstrem menjadi tantangan utama. Hujan datang tanpa ampun, membuat tanah licin dan pengecoran tertunda. Berkali-kali pekerjaan dihentikan karena derasnya hujan, namun setiap kali langit mulai cerah, para prajurit segera kembali. “Waktu tidak bisa ditunda, yang bisa kami lakukan hanya mempercepat langkah,” ucap seorang anggota Satgas dengan senyum lelah namun mantap. Justru dari kendala itulah semangat mereka menyala. Bagi Satgas TMMD, tugas ini bukan sekadar pekerjaan, tapi amanah rakyat yang harus ditunaikan.

Sejak pagi, saat matahari menembus kabut, warga dan prajurit sudah menyatu di lokasi. Irama kerja mereka berpadu dalam satu semangat gotong royong. Ketika hujan mengguyur, mereka berteduh sejenak di bawah terpal seadanya, lalu kembali melanjutkan pekerjaan tanpa banyak kata. Lembur menjadi pilihan yang lahir dari keikhlasan. Bergantian mereka bekerja hingga malam, menjaga ritme agar hasilnya sempurna. Hari berganti hari, coran demi coran mengeras, menjelma menjadi jalan panjang yang dulu hanya berupa tanah berlumpur.

Setiap langkah di atas permukaannya membawa kenangan tentang peluh yang menetes, tentang kebersamaan yang menguat, dan tentang mimpi sederhana yang akhirnya terwujud. Jalan itu berdiri kokoh, namun maknanya mengalir lembut seperti doa yang dikabulkan dengan penuh cinta.

Kepala Desa dan tokoh masyarakat berharap, TMMD akan kembali hadir membawa program serupa di tahun mendatang. Mereka percaya, pembangunan seperti ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan semangat persatuan dan kemandirian warga. Sementara bagi para prajurit, harapan mereka sederhana: agar apa yang telah dibangun dengan peluh dan ketulusan dapat dijaga bersama.

Jalan rabat beton itu berdiri kokoh, menjadi saksi bahwa kerja keras, kebersamaan, dan pengabdian tulus selalu menemukan jalannya sendiri. TMMD ke-126 menutup kisahnya bukan sebagai akhir dari pekerjaan, melainkan sebagai awal dari perubahan yang nyata.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment