Hujan, Lumpur, Pengabdian dan Keteguhan Satgas TMMD Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo di Hari ke-22

By Sinthya Airin 30 Okt 2025, 10:09:22 WIB Berita Terkini
Hujan, Lumpur, Pengabdian dan Keteguhan Satgas TMMD Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo di Hari ke-22

Telaga Biru, 30 Oktober 2025 — Genangan air yang membasahi jalan bukanlah penghalang, melainkan saksi dari keteguhan hati personel Satgas TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo. Mereka melangkah dengan tekad yang sama menuntaskan tugas demi kesejahteraan masyarakat, meski alam tak selalu bersahabat.

Bukan semata menyelesaikan pekerjaan fisik, tapi ada nilai pengabdian yang jauh lebih besar dari sekadar membangun jalan atau jembatan. TMMD ke-126 di Desa Tonala menjadi bentuk nyata sinergi antara TNI dan rakyat, menembus batas cuaca dan waktu. Tujuan utama mereka adalah membangun akses bagi warga desa agar lebih mudah menjangkau pusat ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Di balik setiap ayunan cangkul dan dentuman alat berat, tersimpan cita-cita sederhana menghadirkan kemajuan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Cuaca ekstrem beberapa hari terakhir sempat memperlambat pekerjaan. Tanah yang becek, aliran air yang menggerus pinggiran jalan, hingga kabut yang menutupi pandangan di pagi hari, menjadi ujian tersendiri. Namun, bukan berarti membuat langkah mereka berhenti. “Bagi kami, tantangan adalah bagian dari pengabdian,” ujar salah satu anggota Satgas dengan senyum penuh keyakinan. Semangat itulah yang membuat mereka tetap turun ke lapangan. Karena di balik seragam loreng, tersimpan jiwa pejuang yang tak mudah menyerah.

Setiap hari, pekerjaan dimulai lebih awal sebelum awan hitam berkumpul di langit Tonala. Personel Satgas TMMD bergantian menyiapkan peralatan, memastikan material tak terendam hujan, dan terus berkoordinasi dengan warga setempat. Saat hujan turun deras, mereka meneduh sebentar sambil memperbaiki alat, lalu kembali bekerja ketika rintik mulai reda. Warga ikut turun tangan ada yang membantu menyiapkan konsumsi, ada yang ikut mengangkut pasir dan semen. Pemandangan ini menjadi simbol nyata gotong royong, warisan luhur bangsa yang masih terjaga di desa kecil itu.

Hasil kerja keras itu mulai tampak. Jalan yang dulunya berlubang kini mulai terbentuk rapi. Anak-anak desa bisa berangkat ke sekolah tanpa harus menyeberangi genangan air. Petani pun mulai tersenyum karena akses ke lahan mereka kian mudah. Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, TMMD membawa semangat baru bagi masyarakat. Desa Tonala kini tidak hanya menjadi lokasi program, tetapi juga saksi kebersamaan antara prajurit dan rakyat.

Meski masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, optimisme tetap terjaga. Warga berharap program ini menjadi titik awal bagi kemajuan desa mereka. “Kami berharap setelah jalan selesai, desa kami makin maju, dan kegiatan ekonomi semakin lancar,” ucap Kepala Desa Tonala dengan nada penuh harap. Sementara bagi Satgas TMMD, harapan itu menjadi bahan bakar untuk terus bekerja. Mereka percaya, hasil jerih payah hari ini akan menjadi kebahagiaan bersama di kemudian hari.

Dari hujan hingga terik matahari, dari pagi hingga senja, Satgas TMMD ke-126 menunjukkan arti sesungguhnya dari pengabdian. Hambatan cuaca bukanlah penghalang, melainkan tantangan yang menguatkan solidaritas antara TNI dan warga. Di Desa Tonala, semangat kebersamaan tumbuh bersama setiap tetes keringat yang jatuh ke tanah. Mereka bukan hanya membangun jalan, tetapi juga membangun harapan, kepercayaan, dan semangat untuk terus maju bersama.

Kini, di penghujung hari ke-22, suara alat berat perlahan mereda, namun semangat di hati para prajurit tak pernah surut. Langit yang mulai cerah sore itu seolah memberi salam penghormatan atas kerja keras yang telah mereka ukir. TMMD ke-126 bukan sekadar program, tetapi kisah tentang dedikasi tanpa pamrih. Tentang bagaimana TNI hadir di tengah rakyat, bukan hanya untuk melindungi, tetapi juga untuk membangun meski di bawah hujan yang tak pernah memilih waktu.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment