Kegiatan Rapat Mini Lintas Sektor Triwulan II Kecamatan Asparaga Diikuti Babinsa Boliyohuto

By Sinthya Airin 09 Des 2025, 02:18:11 WIB Berita Terkini
Kegiatan Rapat Mini Lintas Sektor Triwulan II Kecamatan Asparaga Diikuti Babinsa Boliyohuto

Gorontalo, 08 Desember 2025 – Serka Laode Kalawara, Babinsa Koramil 1315-05/Boliyohuto, mewakili Danramil menghadiri Rapat Mini Lokal Karya Lintas Sektor Triwulan II Kecamatan Asparaga. Rapat dibuka oleh Camat Asparaga, Muliyadi Passa, S.TP., pada Senin, 04 Desember 2025, pukul 10.30 Wita, di Aula Puskesmas Asparaga, Desa Bululi. Kegiatan ini menjadi ajang koordinasi berbagai instansi lintas sektor. Rapat bertujuan menyinergikan program kerja dan memantau capaian kegiatan di wilayah kecamatan.

 

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah pejabat yang hadir. Kepala Puskesmas Asparaga menyampaikan laporan mengenai kondisi pelayanan kesehatan di wilayahnya, sementara Camat Asparaga secara resmi membuka rapat. Ketua Tim TPCB Dinas Kabupaten Gorontalo turut memberikan penekanan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjalankan program pemerintah.

 

Sesi pembahasan berlanjut pada paparan rencana kegiatan dan hasil capaian triwulan yang telah berjalan. Dalam kesempatan itu, peserta menyoroti sejumlah persoalan di lapangan seperti pasien HIV, keaktifan Posyandu, dan penyaluran kartu bantuan. Tercatat, pasien dari Desa Bululi kini berada di Ternate, pasien Desa Karya Indah masih rutin berobat, dan di Desa Bontula muncul pasien baru yang butuh pendampingan.

 

Pengadaan kartu bantuan kadang tersedia, kadang tidak, menjadi perhatian peserta. Kunjungan Posyandu di beberapa desa relatif rendah, terutama Desa Prima. Kasus penyakit malaria meningkat, total tercatat 26 orang di Kecamatan Asparaga. Pelayanan dokter umum juga menjadi isu penting karena masa tugas akan berakhir Desember 2025.

 

Beragam pihak turut hadir dalam rapat, mulai dari Camat, Babinsa, dokter, dan Kepala Puskesmas hingga para kepala desa. Tak ketinggalan, Koordinator Dikbud, Kepala KUA, serta perwakilan instansi lintas sektor lainnya ikut ambil bagian. Semua pihak bersepakat, kerja sama yang solid antar instansi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

 

Rapat berakhir dengan sesi tanya jawab dan penyampaian hasil evaluasi oleh panitia. Setiap desa diminta lebih tanggap terhadap pelayanan kesehatan serta memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran. Kolaborasi antara Babinsa, tenaga kesehatan, dan unsur pemerintah daerah menjadi contoh kerja sama yang solid di tingkat kecamatan.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment