Kisah Duka dari Gorontalo, Saat Sakit Tak Kunjung Sembuh Menjadi Latar Aksi Tragis Seorang Pengemudi Bentor

By Sinthya Airin 27 Okt 2025, 17:48:29 WIB Berita Terkini
Kisah Duka dari Gorontalo, Saat Sakit Tak Kunjung Sembuh Menjadi Latar Aksi Tragis Seorang Pengemudi Bentor

Limboto, 27 Oktober 2025 — Siang itu, langit Limboto tampak cerah seperti biasa. Namun suasana di Perumahan Bumi Limboto Indah, Kelurahan Hutuo, mendadak berubah muram ketika kabar duka menyebar dari Blok G-1. Seorang pria lanjut usia ditemukan tewas gantung diri di kediamannya. Kejadian itu sontak mengguncang warga sekitar yang tengah beraktivitas.

Korban diketahui bernama Kisman Hubu, berusia 68 tahun, seorang pengemudi bentor yang sehari-harinya dikenal ramah dan bersahaja oleh tetangga. Tak ada yang menyangka, siang yang tenang itu justru menjadi akhir perjalanan hidupnya.

Istrinya, Fatmah Rahim (65 tahun), masih terlihat terpukul ketika menceritakan awal mula peristiwa itu. Seperti hari-hari biasa, pagi sekitar pukul 06.00 Wita, Kisman mengantar anaknya ke SMK Negeri 1 Limboto, lalu mengantarkan istrinya bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah warga sekitar. Setelah itu, ia pulang ke rumah sendirian.

Sekitar pukul 12.00 Wita, Fatmah mencoba menghubungi suaminya untuk menjemputnya. Namun, panggilan telepon tak kunjung dijawab. Mengira sang suami sedang tertidur, ia kemudian meminta ponakannya, Lala, untuk menjemputnya pulang.

Tak disangka, setiba di rumah pada pukul 12.30 Wita, Fatmah mendapati pemandangan yang membuat lututnya lemas. Suaminya tergantung di dalam rumah, dengan seutas kain sarung yang melilit di leher. Ia berteriak meminta pertolongan hingga warga dan pihak kelurahan datang membantu.

Lurah Hutuo segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Limboto. Tak lama kemudian, aparat kepolisian bersama Babinsa Koramil 1315-02/Limboto Serka Suton Djabi dan anggota TNI lainnya tiba di lokasi. Mereka langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) disertai dengan pengamanan area rumah korban.

Sekitar pukul 13.48 Wita, Tim Inavis Polres Gorontalo tiba di lokasi dan bersama aparat TNI serta masyarakat setempat mengevakuasi jasad korban. Proses evakuasi berjalan lancar dan penuh kehati-hatian, sementara suasana di sekitar rumah korban dipenuhi isak tangis keluarga dan tetangga.

Menurut Babinsa Serka Suton Djabi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan aparat terkait sejak pertama kali mendapat laporan. “Kami membantu proses evakuasi dan memastikan situasi tetap kondusif di sekitar lokasi,” ujarnya singkat sambil memastikan warga tetap tenang menghadapi kejadian tersebut.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa hingga saat ini belum diketahui secara pasti motif korban melakukan tindakan tersebut. Namun, berdasarkan keterangan keluarga, korban beberapa waktu terakhir memang sering mengeluhkan sakit yang tak kunjung sembuh. “Ada keluhan fisik, tapi kami belum bisa memastikan apakah itu berkaitan dengan tindakannya,” ujar salah satu petugas kepolisian di lokasi.

Keluarga korban akhirnya menerima dengan lapang dada atas musibah ini. Rencananya, jenazah almarhum akan dibawa ke rumah duka di Desa Ilangata, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.

Menutup sore yang kelabu itu, warga setempat masih berdiri di depan rumah korban. Beberapa di antaranya menundukkan kepala, berdoa dalam hening. Di antara mereka, tampak Babinsa dan aparat kepolisian yang memastikan keadaan tetap aman hingga seluruh proses olah TKP selesai sekitar pukul 14.50 Wita.

Kejadian ini menjadi pengingat betapa pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan fisik, terutama bagi para lansia yang masih harus berjuang di tengah kesepian. Di balik dinding rumah sederhana itu, tersimpan kisah pilu seorang ayah yang mungkin hanya butuh sedikit ruang untuk didengar.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment