Lomba Sepak Takraw TMMD Kodim 1315 Menjadi Perayaan Kebersamaan, Persaudaraan, dan Semangat Pembangunan Desa Tonala

By Sinthya Airin 30 Okt 2025, 21:12:49 WIB Berita Terkini
Lomba Sepak Takraw TMMD Kodim 1315 Menjadi Perayaan Kebersamaan, Persaudaraan, dan Semangat Pembangunan Desa Tonala

Telaga Biru, 30 Oktober 2025 — Bola rotan menari di udara, disambut tawa riang warga yang memenuhi lapangan kecil Desa Tonala. Angin sore menyejukkan, sementara Satgas TMMD ke-126 Kodim 1315/Kab. Gorontalo dan masyarakat menyatu dalam ritme permainan, menorehkan kisah hangat kebersamaan.

Tempat yang biasanya dipenuhi anak-anak kini disulap menjadi arena sportivitas. Warga dan prajurit duduk berdampingan, tanpa jarak, tanpa sekat. Sorakan penonton bercampur tawa renyah membuat suasana sore berubah menjadi harmoni sederhana antara rakyat dan TNI.

Lomba ini bukan tentang siapa yang menang, melainkan tentang bagaimana semangat gotong royong bisa hidup di tengah kegiatan TMMD. Melalui sepak takraw, Satgas ingin menunjukkan bahwa membangun desa tidak hanya dengan tenaga dan alat berat, tetapi juga dengan senyum, canda, dan sentuhan persaudaraan.

Ide ini bermula dari perbincangan ringan usai kerja. Beberapa anggota TNI bercanda dengan pemuda desa tentang lapangan yang selalu ramai tiap sore. “Kenapa tidak sekalian kita adakan lomba?” tanya salah satu anggota satgas. Ide itu pun meletup menjadi kenyataan yang disambut riuh oleh warga.

Dalam waktu singkat, warga dan Satgas bahu-membahu menyiapkan lapangan. Net dipasang, garis lapangan digambar ulang, hadiah disiapkan seadanya. Tidak ada perintah resmi, hanya keikhlasan yang menggerakkan. Gambaran nyata dari kemanunggalan TNI dan rakyat yang tumbuh dari niat sederhana.

Peluit panjang menandai dimulainya laga. Bola rotan melambung tinggi, disambut teriakan dan tepuk tangan penonton. Di tengah permainan yang penuh energi, senyum tetap mengembang di wajah pemain. Tidak ada lawan, yang ada hanya semangat bersaing untuk bersahabat.

Lebih dari olahraga, lomba ini menjadi cara membangun rasa saling percaya. Warga melihat TNI bukan hanya pelindung berseragam loreng, tapi sahabat yang siap turun ke lapangan, berpeluh dan tertawa bersama. Di sinilah makna kemanunggalan benar-benar terasa hidup.

Bagi masyarakat, kegiatan ini menyalakan harapan agar kebersamaan seperti ini terus berlanjut. Mereka ingin TMMD tidak sekadar meninggalkan jalan dan bangunan, tetapi juga meninggalkan kenangan tentang semangat persaudaraan yang tulus. “Kegiatan ini bikin kami semakin dekat dengan bapak-bapak TNI,” ujar seorang warga.

Ketika mentari condong ke barat, pertandingan pun usai. Namun semangat di hati warga belum padam. Di antara sorak dan tepuk tangan, terlihat wajah-wajah bahagia—sebuah bukti bahwa pembangunan tak selalu diukur dengan beton dan aspal, tapi dengan rasa kebersamaan yang tumbuh dari hati.

Lomba sepak takraw ini menjadi ruang di mana tugas bertemu dengan kehangatan manusiawi. TNI bukan sekadar pelaksana program, melainkan sahabat rakyat yang memahami bahwa kekuatan bangsa lahir dari kedekatan dengan masyarakatnya.

Dari kegiatan sederhana ini, tumbuh rasa percaya diri dan kebanggaan warga. Mereka merasa dihargai dan dilibatkan dalam proses pembangunan. Sementara Satgas TMMD melihat betapa kuatnya energi masyarakat bila diikat dengan rasa saling menghargai.

Menjelang senja, bola rotan berhenti memantul, tapi semangat persahabatan tetap berputar di hati warga Tonala. Lomba ini menjadi simbol bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan nyata terlihat dari tawa yang bergema, tangan yang saling menjabat, dan langkah yang kini berjalan seirama.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment