Musrenbang Desa Tenggela Bahas Arah Pembangunan Baru, Warga dan Pemerintah Duduk Satu Meja Menyusun Harapan Bersama

By Sinthya Airin 27 Okt 2025, 13:50:29 WIB Berita Terkini
Musrenbang Desa Tenggela Bahas Arah Pembangunan Baru, Warga dan Pemerintah Duduk Satu Meja Menyusun Harapan Bersama

Tilango, 27 Oktober 2025 — Desa Tenggela, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo terasa sejuk saat derap langkah para perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga mulai memadati Aula Kantor Desa. Suasana yang akrab dan hangat menyelimuti ruangan, di mana kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) untuk Penyusunan Perubahan RPJMDes Tahun Anggaran 2026–2027 digelar dengan penuh kesungguhan.

Di barisan tamu undangan, tampak hadir Sertu Mujiono, Babinsa Koramil 1315-01/Telaga Biru. Dengan sikap tenang dan penuh perhatian, ia mengikuti jalannya pembahasan yang berkaitan dengan arah pembangunan desa ke depan. Kehadirannya mencerminkan sinergi nyata antara TNI dan masyarakat, bahwa keamanan dan kemajuan wilayah adalah tanggung jawab bersama.

Musyawarah dimulai sekitar pukul 09.30 Wita dan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Tenggela, Nasir Suleman, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya menata ulang arah pembangunan desa agar lebih selaras dengan kebutuhan warga. Ia mengajak semua pihak untuk memberikan masukan yang konstruktif. “RPJMDes bukan hanya sekadar dokumen, tetapi cerminan cita-cita bersama untuk membangun desa yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Camat Tilango, Syamsul Qomar Y. Mustafa, S.Kom., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya partisipasi aktif seluruh unsur masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pembangunan tidak akan berjalan baik tanpa sinergi antara pemerintah desa, lembaga masyarakat, dan warga itu sendiri. “Musrenbang ini adalah wadah untuk menyatukan pandangan, bukan ajang perbedaan. Di sinilah arah pembangunan ditentukan bersama,” tuturnya.

Sesi berikutnya diisi oleh Sekretaris Desa yang membacakan rancangan RPJMDes yang telah disusun berdasarkan evaluasi program sebelumnya. Beberapa poin penting disorot, mulai dari peningkatan infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.

Dialog terbuka kemudian menjadi bagian paling dinamis dari kegiatan tersebut. Warga diberi ruang untuk menyampaikan saran dan usulan. Sejumlah perwakilan masyarakat, termasuk anggota BPD dan LPM, aktif menyuarakan aspirasi mereka. Mulai dari perbaikan jalan lingkungan, pengembangan usaha kecil, hingga dukungan bagi lembaga pendidikan desa.

Dalam suasana yang penuh keakraban, Babinsa Sertu Mujiono turut memberikan pandangan tentang pentingnya menjaga rasa kebersamaan dalam setiap program pembangunan. Ia menekankan bahwa pembangunan fisik harus sejalan dengan pembinaan karakter dan kedisiplinan warga. “Kekuatan desa bukan hanya pada bangunannya, tetapi juga pada persatuan warganya,” ucapnya dengan tenang namun tegas.

Kehadiran aparat TNI dan Bhabinkamtibmas di tengah musyawarah juga memberikan rasa aman bagi seluruh peserta. Mereka memastikan kegiatan berjalan tertib, tanpa gesekan, dan fokus pada hasil yang bermanfaat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa tak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh elemen.

Menjelang siang, setelah melalui proses diskusi dan penyelarasan berbagai pendapat, akhirnya ditetapkan rancangan perubahan RPJMDes yang akan menjadi panduan arah pembangunan Desa Tenggela dua tahun ke depan. Kesepakatan ini disambut tepuk tangan oleh para peserta yang menandakan semangat kebersamaan telah menyatu dalam visi yang sama.

Sekitar pukul 11.45 Wita, kegiatan Musrenbang Desa ditutup dengan doa bersama dan pesan penutup dari Kepala Desa. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif. “Kita telah bermusyawarah dengan hati, kini saatnya bekerja dengan nyata,” katanya menutup acara disambut senyum para hadirin.

Kegiatan Musrenbang Desa Tenggela bukan hanya sekadar agenda administratif, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai gotong royong dan tanggung jawab sosial. Dari aula sederhana di Tilango itu, tersimpan harapan besar agar setiap keputusan yang lahir membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment