Musrenbang Desa Tinelo Menjadi Bukti Bahwa Partisipasi dan Gotong Royong Masih Menjadi Nafas Pembangunan di Tingkat Desa

By Sinthya Airin 31 Okt 2025, 12:36:08 WIB Berita Terkini
Musrenbang Desa Tinelo Menjadi Bukti Bahwa Partisipasi dan Gotong Royong Masih Menjadi Nafas Pembangunan di Tingkat Desa

Telaga Biru, 31 Oktober 2025 — Warga, perangkat desa, dan para tamu undangan mulai memenuhi ruangan musyawarah. Di antara mereka, tampak Koptu Silson H. Tabau, Babinsa Koramil 1315-01/Telaga, hadir dengan sikap tenang dan penuh wibawa. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap jalannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) yang membahas Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2026–2027.

Tepat pukul 09.00 Wita, kegiatan resmi dimulai. Lagu Indonesia Raya bergema khidmat, menciptakan suasana nasionalisme yang kuat di ruangan sederhana itu. Setelah doa bersama, Kepala Desa Melys H. Ali naik ke podium, menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya RKPDes sebagai acuan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan bukan hanya tentang membangun jalan dan gedung, tetapi juga tentang membangun manusia dan kesejahteraan sosial. Kata-katanya mengalir lugas dan penuh makna, disambut tepuk tangan dan anggukan warga yang memahami betul pesan di baliknya.

Selain Kepala Desa, hadir pula Perawati Taha dari Pemerintah Kecamatan Tilango, Saridin Yusuf selaku Wakil Ketua BPD, Bripka Hari Purwanto (Bhabinkamtibmas), Ramla Napu, S.Ap. (Pendamping Desa), serta perwakilan masyarakat dan kader kesehatan. Sekitar 20 peserta hadir mengikuti jalannya musyawarah dengan antusias. Bagi Babinsa Koptu Silson H. Tabau, forum seperti ini bukan hanya sekadar pembahasan anggaran, tetapi ruang nyata bagi TNI untuk menyatu dengan rakyat. Dengan sikap tenang, ia mencatat setiap usulan warga, sesekali menimpali dengan pandangan bijak yang memperkuat arah diskusi.

Sesi pembacaan RKPDes oleh Sekretaris Desa membuka ruang dialog terbuka. Suara-suara warga mulai terdengar ada yang mengusulkan perbaikan jalan tani, pengadaan air bersih, hingga pelatihan ekonomi bagi perempuan desa. Setiap usulan diterima dengan terbuka, menandakan bahwa pembangunan di Desa Tinelo berjalan dengan asas partisipatif.

Diskusi berjalan hidup namun tertib. Babinsa bersama BPD dan perangkat desa turut memberi pandangan berdasarkan pengalaman di lapangan. Musyawarah pun menjadi ajang bertukar pikiran yang produktif antara pemerintah dan masyarakat.

Setelah pembahasan yang panjang dan terarah, disepakati sejumlah prioritas program untuk dituangkan dalam perubahan RKPDes Tahun Anggaran 2026–2027. Proses penetapan dilakukan secara demokratis, disaksikan oleh seluruh peserta. Ketua BPD menyerahkan dokumen RKPDes kepada Kepala Desa sebagai tanda berakhirnya musyawarah dan dimulainya komitmen bersama menuju pembangunan yang lebih baik.

Menjelang siang, kegiatan yang berlangsung hingga pukul 11.30 Wita itu berakhir dengan suasana damai dan penuh kebersamaan. Tidak ada jarak antara aparat dan masyarakat. Semua duduk sejajar, berbagi gagasan dengan satu tujuan: membangun Desa Tinelo yang lebih maju dan mandiri.

Di luar ruangan, beberapa warga masih tampak berdiskusi ringan, membicarakan hasil rapat yang baru saja disepakati. Dari obrolan kecil itu, tersirat harapan besar akan masa depan desa yang lebih baik.

Dari kegiatan Musrenbang ini, masyarakat Tinelo belajar arti gotong royong dan kebersamaan. TNI, pemerintah, dan warga berjalan beriringan dalam satu semangat yang sama: membangun desa dari hati dan kepedulian.

Bagi Babinsa Koptu Silson H. Tabau, kegiatan ini adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Selama ada kebersamaan, tidak ada hal yang mustahil untuk kemajuan desa,” ujarnya setelah acara selesai.

Musyawarah mungkin telah usai, tetapi semangat membangun Tinelo terus menyala. Dari ruang rapat sederhana itu, lahir gagasan besar yang akan membawa perubahan nyata. Setiap keputusan yang diambil bukan sekadar dokumen administratif, melainkan komitmen bersama untuk menciptakan Desa Tinelo yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya. Dari Desa Tinelo, gema semangat kebersamaan itu terus bergulir membangun dari desa, menguatkan bangsa.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment