Musyawarah Desa Khusus Jadi Titik Balik Tanggung Jawab Kolektif Masyarakat Buhu

By Sinthya Airin 30 Okt 2025, 09:09:28 WIB Berita Terkini
Musyawarah Desa Khusus Jadi Titik Balik Tanggung Jawab Kolektif Masyarakat Buhu

Telaga Jaya, 29 Oktober 2025 - Aula Kantor Desa Buhu kembali menjadi saksi penting perjalanan demokrasi ekonomi masyarakat. Di sana digelar Musyawarah Desa Khusus yang membahas dukungan pengembalian pinjaman Koperasi Desa Merah Putih, langkah strategis untuk memastikan roda ekonomi warga tetap berputar stabil dan transparan.

Di tengah jalannya kegiatan, hadir Kopda W. Seti Aji, Babinsa Koramil 1315-01/Telaga Biru. Dengan langkah tenang dan tatapan sigap, ia memastikan seluruh proses berjalan lancar. Kehadirannya bukan hanya sebagai pengawas keamanan, tetapi juga penopang moral agar musyawarah berlangsung damai, tertib, dan demokratis.

Sore itu, suasana aula terasa hidup. Camat Telaga Jaya, Rizal Botutihe, S.STP, memimpin langsung jalannya kegiatan. Turut hadir Kepala Desa M. Daud Adam, Ketua BPD Noldi D. Umar, Ketua Koperasi Tamrin Djafar, dan Sekretaris Desa Febrilianty Ladjabar. Meskipun agenda resmi, suasana kekeluargaan tetap mengalir di antara peserta.

Selain unsur pemerintahan, anggota koperasi, aparat desa, dan perwakilan masyarakat turut hadir aktif. Mereka tidak hanya menyimak, melainkan ikut menyampaikan pandangan. Setiap pendapat yang lahir menjadi bukti bahwa warga Desa Buhu memahami arti musyawarah sebagai jalan mencapai kesepakatan bersama.

Ketua Koperasi Tamrin Djafar menjelaskan kondisi terkini koperasi. Ia menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam mengembalikan pinjaman agar koperasi tetap berfungsi optimal. “Koperasi Merah Putih bukan sekadar tempat simpan pinjam, tapi lambang gotong royong ekonomi warga,” ujarnya penuh keyakinan.

Kepala Desa M. Daud Adam menambahkan bahwa pengembalian pinjaman merupakan bentuk tanggung jawab moral. “Kita harus menjaga kepercayaan lembaga keuangan terhadap koperasi desa. Jika dikelola transparan, koperasi bisa menjadi kekuatan ekonomi mandiri,” tuturnya.

Musyawarah berlangsung hangat. Warga diberi kesempatan menyampaikan masukan dan kritik yang membangun. Setiap pendapat dihargai, mencerminkan budaya demokrasi yang tumbuh di tingkat desa tempat keputusan diambil dengan hati, bukan hanya suara mayoritas.

Dalam arahannya, Camat Rizal Botutihe menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, BPD, dan pengurus koperasi. “Semua harus berjalan transparan, akuntabel, dan penuh tanggung jawab. Kita tidak ingin ada kesalahpahaman dalam pengelolaan,” tegasnya.

Kopda W. Seti Aji tampak akrab berbincang dengan warga. Ia hadir bukan sekadar simbol kehadiran TNI, tetapi juga jembatan harmoni di tengah perbedaan pendapat. “Musyawarah harus menjadi ruang penyatu, bukan pemecah,” katanya lembut namun penuh makna.

Dari hasil musyawarah, lahir kesepakatan penting: meningkatkan transparansi laporan keuangan dan memperkuat kerja sama dalam pengembalian pinjaman. Ketua BPD Noldi D. Umar menegaskan, “Kepercayaan adalah modal utama. Bila koperasi kuat, ekonomi desa akan tumbuh kokoh.”

Menjelang sore, suasana perlahan reda. Setelah sesi tanya jawab dan diskusi panjang, kegiatan resmi ditutup pukul 17.00 Wita. Para peserta tampak puas, membawa pulang semangat baru untuk menegakkan kejujuran dan tanggung jawab dalam pengelolaan koperasi.

Usai kegiatan, Kopda W. Seti Aji bersama aparat desa berbaur dengan masyarakat. Senyum-senyum lepas menandai keberhasilan hari itu. Desa Buhu kembali menunjukkan semangat gotong royong yang hidup di nadi warganya. Saat langit Telaga Jaya mulai meredup, harapan tumbuh: Koperasi Merah Putih akan terus menjadi pilar kepercayaan dan kebersamaan ekonomi rakyat.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment