Peltu Iwan Yusuf Memimpin Pencabutan Rumput Padi Usia Sebulan di Sawah

By Sinthya Airin 14 Nov 2025, 09:25:48 WIB Berita Terkini
Peltu Iwan Yusuf Memimpin Pencabutan Rumput Padi Usia Sebulan di Sawah

Dungaliyo, 14 Oktober 2025 – Anggota Kodim 1315/Kab. Gorontalo berseragam loreng melangkah mantap ke tengah sawah yang hijau membentang. Dipimpin Peltu Iwan Yusuf, mereka melaksanakan kegiatan pencabutan rumput pada tanaman padi yang berusia sekitar satu bulan. Suasana ramai namun tertib, suara cangkul dan tawa ringan terdengar bersahut-sahutan di antara hamparan padi muda. Kegiatan ini bukan sekadar kerja fisik, tetapi bagian dari upaya nyata TNI untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

Kegiatan ini bertujuan memastikan tanaman padi tumbuh sehat tanpa gangguan gulma yang dapat menghambat perkembangan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol pengabdian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat, menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi juga komitmen anggota Kodim 1315/Kab. Gorontalo. Setiap helai rumput yang dicabut adalah upaya kecil namun penting agar masa depan panen lebih menjanjikan.

Padi yang baru berusia satu bulan membutuhkan perhatian ekstra. Rumput liar tumbuh cepat dan bisa menyerap nutrisi yang seharusnya diberikan pada padi. Kesadaran akan kondisi ini mendorong Kodim 1315/Kab. Gorontalo untuk turun langsung ke sawah. Dengan pengalaman dan koordinasi yang matang, anggota TNI membantu petani agar tanaman padi bisa berkembang optimal. Kegiatan ini terjadi karena adanya kesadaran bersama antara TNI dan masyarakat akan pentingnya swasembada pangan.

Sejak pagi buta, anggota Kodim telah berkumpul, mempersiapkan alat dan membagi tugas. Peltu Iwan Yusuf memimpin langkah mereka, mengatur posisi anggota di setiap petak sawah. Dengan cekatan, tangan-tangan terampil mencabut gulma satu per satu. Beberapa anggota juga memberi arahan kepada petani lokal, sambil menyingkirkan tanaman yang tidak produktif. Kegiatan berlangsung dengan kombinasi kerja fisik dan komunikasi, sehingga suasana di sawah terasa hangat, penuh semangat, namun tetap fokus pada tujuan utama.

Hasil nyata dari kegiatan ini sangat terasa. Padi bebas dari gulma akan tumbuh lebih subur dan panen pun diharapkan meningkat. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang edukasi bagi warga tentang pentingnya menjaga tanaman sejak dini. Hubungan TNI dan masyarakat semakin erat, membangun rasa saling percaya, dan menunjukkan bahwa pertahanan pangan adalah bagian dari pertahanan negara.

Melalui kegiatan ini, anggota Kodim berharap bahwa masyarakat semakin peduli terhadap tanaman mereka dan mau menerapkan metode perawatan padi yang lebih baik. Harapannya, panen yang melimpah bukan hanya meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal. Kegiatan ini menjadi titik awal inspirasi bagi generasi muda untuk melihat pertanian sebagai pekerjaan mulia yang mendukung masa depan bangsa.

Pencabutan rumput padi oleh Kodim 1315/Kab. Gorontalo bukan sekadar simbol kerja bakti. Ini adalah wujud nyata pengabdian TNI dalam mendukung ketahanan pangan, mendekatkan diri dengan masyarakat, dan memperlihatkan peran strategis TNI di bidang non-militer. Setiap gerakan di sawah mencerminkan dedikasi, disiplin, dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini juga mencerminkan tugas Kodim yang lebih luas, yaitu menyelenggarakan pembinaan teritorial, mengembangkan kemampuan, dan menyiapkan kekuatan untuk pertahanan darat. Melalui berbagai kegiatan di wilayahnya, termasuk pertanian, Kodim membangun kesiapan wilayah, menjaga keamanan, dan memperkuat ketahanan nasional. Dengan demikian, setiap langkah di sawah bukan hanya tentang padi, tetapi juga tentang kekuatan dan kesiapsiagaan wilayah.

Anggota Kodim 1315/Kab. Gorontalo meninggalkan sawah dengan senyum puas, meninggalkan tanaman padi yang kini lebih sehat dan bebas dari gulma. Kegiatan sederhana namun berdampak besar ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat, menunjukkan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama dan bahwa pengabdian TNI tak hanya di medan perang, tetapi juga di tengah-tengah kehidupan sehari-hari warga.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment