Semangat Prajurit dan Warga Menyatu di Desa Tuladenggi Saat Persiapan Penutupan TMMD ke 126 Mencapai Puncak Kebersamaan

By Sinthya Airin 02 Nov 2025, 11:48:38 WIB Berita Terkini
Semangat Prajurit dan Warga Menyatu di Desa Tuladenggi Saat Persiapan Penutupan TMMD ke 126 Mencapai Puncak Kebersamaan

Telaga Biru, 2 Oktober 2025 — Di tengah teriknya mentari, para prajurit Satgas TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo terus bergerak tanpa lelah. Sebagian masih berkutat di jalur rabat beton yang hampir rampung, sementara lainnya sibuk menata lapangan di pusat Desa Tuladenggi yang akan menjadi lokasi upacara penutupan TMMD pada 6 Oktober mendatang.

Kesibukan itu terlihat teratur, mencerminkan disiplin khas TNI yang berpadu hangat dengan semangat warga. Lapangan yang sebelumnya kosong kini disulap menjadi arena utama, lengkap dengan panggung, bendera, dan area tamu. Semua dilakukan dengan gotong royong tanpa batas antara seragam loreng dan pakaian kerja rakyat.

Dansatgas TMMD ke-126, Letkol Arh Roma Laksana Yudha, S.A.P., M.Sos., menyebut kegiatan ini bukan sekadar persiapan upacara, tetapi penghormatan atas kerja keras bersama. “Penutupan TMMD nanti kami ingin jadikan pesta rakyat, bukan acara formal. Di sinilah hasil kerja keras satu bulan penuh akan dirayakan bersama warga,” ujarnya penuh semangat.

Persiapan lapangan itu menyimpan nilai tersendiri. Di balik rutinitas yang tampak sederhana, ada rasa tanggung jawab besar untuk menutup rangkaian kegiatan dengan sempurna. Setiap prajurit dan warga tahu, di tempat itu nanti mereka akan berdiri bersama menyaksikan simbol keberhasilan: perubahan nyata di Desa Tuladenggi.

Koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sejak awal pelaksanaan menjadi kunci sukses TMMD kali ini. Desa Tuladenggi yang dahulu sulit dijangkau kini memiliki akses jalan baru. Hasil pembangunan ini memberi semangat baru untuk menyambut masa depan lebih baik.

Dari pagi buta, prajurit sudah mulai bekerja. Ada yang mengukur lapangan, membersihkan rumput liar, hingga memasang tiang bendera. Warga datang membantu membawa bambu dan kayu, membuat tempat duduk tamu dengan tangan sendiri. Semua berjalan rapi tanpa banyak instruksi, seolah kebersamaan sudah menjadi bahasa yang mereka pahami bersama.

Bagi Satgas TMMD, penyiapan lapangan bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan cara menghormati seluruh perjuangan selama sebulan terakhir. Di sanalah, peluh dan kebanggaan akan berpadu dalam satu momentum penutupan yang tak terlupakan.

Matahari mulai condong ke barat, tapi semangat tak berkurang. Suara tawa prajurit berpadu dengan canda warga yang ikut membantu. Semua tahu, tak lama lagi bendera merah putih akan berkibar di tengah lapangan yang kini berdiri megah di antara hijaunya perbukitan Tuladenggi.

Tak hanya jalan yang mereka bangun, tapi juga kebanggaan dan rasa memiliki warga terhadap desanya sendiri. Itulah makna sejati TMMD ke-126 membangun negeri dari desa, dengan kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai fondasi yang tak tergoyahkan.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment