Senja Penuh Doa di Boliyohuto Babinsa Serka Laode Kalawara Mengiringi Kepergian Almarhumah Mak Kasri dengan Kata-Kata yang Menyejukkan Hati

By Sinthya Airin 31 Okt 2025, 16:23:30 WIB Berita Terkini
Senja Penuh Doa di Boliyohuto Babinsa Serka Laode Kalawara Mengiringi Kepergian Almarhumah Mak Kasri dengan Kata-Kata yang Menyejukkan Hati

Boliyohuto, 31 Oktober 2025 — Suasana duka menyelimuti Desa Sidomuliyo Selatan, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, Jumat sore. Ratusan warga memadati rumah duka keluarga almarhumah Mak Kasri. Di tengah suasana haru, Babinsa Koramil 1315-05/Boliyohuto Serka Laode Kalawara turut hadir memberikan takziah sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat binaannya.

Pukul 15.30 Wita, Jumat, 31 Oktober 2025, acara takziah hari kelima pun dimulai. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, menambah khidmat suasana di rumah duka Desa Mongolato. Di tengah hadirin yang larut dalam kesedihan, Serka Laode Kalawara tampil memberi ceramah agama, mengajak hadirin untuk merenungi makna kehilangan dan menguatkan hati keluarga almarhumah.

Dengan suara lembut namun tegas, ia menyampaikan pesan-pesan hikmah tentang kehidupan dan kematian, mengingatkan bahwa setiap jiwa pasti akan kembali kepada Sang Pencipta. Ucapannya bukan sekadar kalimat penghibur, melainkan panggilan jiwa untuk bersabar dan menerima takdir dengan keikhlasan. Dalam ceramahnya, Serka Laode Kalawara mengutip firman Allah SWT dari Surah Al-Baqarah ayat 156:

“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).”

Ia menegaskan, kematian bukanlah akhir, melainkan jalan menuju kehidupan abadi. Manusia, kata dia, harus siap menghadapi waktu yang telah ditetapkan. “Cepat atau lambat, kaya atau miskin, semua yang bernyawa pasti akan mati,” ucapnya lirih disertai anggukan pelan dari para jamaah yang hadir.

Babinsa yang dikenal dekat dengan masyarakat itu juga mengingatkan pentingnya menyiapkan diri sebelum ajal tiba, sebagaimana pesan dalam Surah Al-Baqarah ayat 197: “Berbekallah kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”

Menurutnya, kehidupan dunia hanyalah tempat singgah sementara, dan bekal terbaik untuk perjalanan panjang menuju akhirat adalah ketakwaan kepada Allah SWT. Kalimat itu menggema, menembus ruang hati setiap yang hadir, seakan mengajak untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Takziah hari kelima ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga potret kebersamaan yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat. Camat Boliyohuto yang diwakili oleh staf pemerintahan, Kepala Desa Sidomuliyo Selatan Ucop Djarwan, S.Sos., Ketua BPD, para tokoh agama, pemuda, dan masyarakat sekitar turut hadir.

Kehadiran mereka menandakan rasa solidaritas dan perhatian terhadap sesama warga yang sedang berduka. Sekitar 160 orang memenuhi rumah duka dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Tidak ada tangis histeris, hanya isak lembut yang berpadu dengan dzikir dan doa bersama.

Peran Babinsa dalam kegiatan sosial kemasyarakatan kembali terlihat jelas pada momen ini. Bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi penopang spiritual masyarakat di desa binaannya.

Serka Laode Kalawara, dengan pembawaan yang tenang dan tutur kata yang menyejukkan, berhasil menciptakan suasana damai di tengah kesedihan keluarga almarhumah. Ia tidak hanya berbicara tentang kematian, tetapi juga tentang harapan, ketabahan, dan pentingnya doa bagi orang yang telah tiada.

Acara yang berlangsung hingga pukul 16.40 Wita itu berjalan aman dan tertib. Setelah doa arwah dan ramah tamah, para tamu undangan satu per satu berpamitan sambil menyalami keluarga yang berduka. Wajah mereka tampak teduh, seolah telah menemukan ketenangan setelah mendengarkan pesan-pesan hikmah yang disampaikan.

Di ujung acara, Serka Laode Kalawara kembali menegaskan pentingnya saling menguatkan dalam duka. “Kematian bukan perpisahan abadi. Ia hanyalah jeda antara dua pertemuan, di dunia dan di akhirat,” ujarnya dengan nada penuh makna.

Takziah di Sidomuliyo Selatan hari itu menjadi bukti nyata bahwa keberadaan TNI di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga wilayah, tetapi juga menebar ketenangan dan nilai kemanusiaan. Kehadiran Babinsa di tengah keluarga duka menjadi wujud nyata semboyan TNI dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Dalam setiap langkah, Serka Laode Kalawara mengajarkan bahwa tugas seorang prajurit tidak selalu di medan perang. Kadang, medan itu adalah ruang kecil bernama empati tempat di mana ketulusan dan doa menjadi senjata yang paling mulia.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment